Kebetulan saya dan teman-teman berinisiatif untuk membuat sebuah komunitas yang bernama HML (Himpunan Mahasiswa Lombok) di Bali. Terdapat beberapa faktor kenapa kami sangat bersemangat untuk membangun komunitas ini menjadi sebuah wadah untuk berkumpul untuk kami teman-teman Lombok yang tinggal sementara di Bali, namun walaupun kami memilih nama Himpunan Mahasiswa tidak berarti anggota komunitas kami bukan hanya kalangan mahasiswa saja karena salah satu tujuan kami adalah ingin merangkul semua teman-teman Lombok yang tinggal sementara di Bali agar bisa lebih bermanfaat untuk sesama.
Tadi malam, tepatnya pada tanggal 08/11/2015 kami mengadakan acara peresmian komunitas yang kami bentuk bersama dari jam 20.00 hingga kurang lebih jam 23.00. Pada acara tersebut kami mengisi acara dengan beberapa aktivitas seperti hiburan, saling berbagi ilmu dan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan rencana untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas organisasi yang kami bentuk.
Khususnya saya, saya diminta oleh teman-teman untuk menyampaikan sepatah atau dua patah kata tentang pekerjaan. Kenapa tentang pekerjaan?, ya karena di komunitas tersebut hanya ada beberapa orang saja yang sudah bekerja selain itu mayoritas mahasiswa semua. Sebenarnya saya bingung ingin menyampaikan materi apa karena saya merasa usia kami tidak jauh berbeda bahkan banyak yang sama, itu juga yang membuat saya kurang percaya diri untuk menyampaikan sesuatu kepada teman-teman yang lain. Namun mau tidak mau harus mau karena mereka tidak memiliki pilihan lain selain saya untuk mengisi acara tersebut, dan akhirnya saya mencoba untuk berpikir dan mencoba untuk mencari materi yang akan saya sampaikan nantinya agar tidak terjadi stuck at the moment with them, heeeee. Selama beberapa menit waktu saya habiskan untuk berpikir dan mencari materi apa yang cocok dan gampang dimengerti. Setelah memilih dan memilah materi akhirnya saya memutuskan untuk mengambil tema tentang Just Do It.
Akhirnya sekitar jam tujuh, saya dapat telepon dari salah satu teman yang bilang kalau kita sudah akan mulai acaranya, sayapun bergegas untuk berangkat. Lokasinya (Lapangan Renon) tidak jauh hanya beberapa menit dari Kos teman saya (Tukad Pancoran, Panjer). Setelah saya sampai disana saya melihat sudah ada beberapa teman yang menunggu dan kami juga masih menunggu banyak teman lain yang belum datang.
Setelah semua sudah dianggap datang, maka kami pun memulai acaranya.
Acara yang pertama kami mendapat pembukaan dari ketua oraganisas kami,
Ketua memberikan pandangan dan sedikit semangat untuk kami agar kami tetap mencoba untuk berjuang agar komunitas ini bertahan lama. Selama mungkin.
Yang kedua adaah hiburan, kami membawa dua buah gitar dan kami bernyanyi bersama sambil diiringi dua buah gitar tersebut.
Yang ketiga adalah motivasi, acara inilah yang saya isi.
Sepanjang acara tadi sebenarnya saya sudah deg degan karena akan berbicara di depan puluhan teman-teman yang lain. Namun seperti yang saya katakan tadi, mau tidak mau harus mau karena tidak ada pilihan lain. Jika pilihan utama adalah saya maka pilihan kedua, ketiga dan seterusnya adalah saya juga. Maka, sayapun diminta kedepan oleh teman untuk maju kedepan untuk menyampaikan beberapa kalimat.
Didepan teman-teman perasaan saya bercampur aduk, tidak karuan dan sedikit grogi, namun saya mencoba untuk melawan itu semua.
Dan yang paling mengejutkannya lagi adalah saya tidak menyampaikan materi yang sudah saya persiapkan melainkan saya menyampaikan materi dadakan yang ada di kepala saya. Yang mana sebelumnya saya berencana untuk menyampaikan materi dengan tema Just Do It tiba-tiba berubah menjadi Tips Agar Dapat Pekerjaan Yang Lebih Baik. Beberapa point yang saya sampaikan disana adalah “Kita Harus Menjadi Diri Sendiri Dan Menggali Potensi Diri Sendiri” dan Rumus Sukses “Be x Do = Have.
Untuk penjelasan lebih rinci tentang point-point tersebut, mungkin akan saya sharing di lain artikel nanti, tunggu saja ya. Tapi jika anda tidaksabar, anda bisa cari di internet atau buku-buku karangan orang-orang yang sudah jago dalam bidang ini.
Setelah saya menyampaikan beberapa hal, kamipun dihibur dengan nyanyian lagi dan dan diakhiri dengan kata-kata ketua serta Doa penutup. Acara yang kami rencanakan pun selesai dengan aman sesuari rencana walaupun sangat sederhana.
Seperti biasa, selesai acara kami mebagi-bagi makanan untuk kami semua setelah itu kami kembali ke kos masing-masing.
Beberapa hal penting yang perlu kita petik dari cerita diatas, diantaranya sebagai berikut ;
- Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita rencanakan, jadi jika anda ingin berbuat maka berbuatlah tanpa berpikir terlalu panjang dan terlalu rumit.
- Dalam kehidupan sehari-hari kita perlu orang lain, kita sangat tidak bisa hidup sendiri walaupun kita berkecukupan harta
- Dalam sebuah pertemanan, kita selalu membutuhkan yang namanya bertukar pikiran.
- Untuk membantu banyak orang, tidak perlu hanya mengandalkan materi. Kita bisa memberikan hal bermanfaat apapun yang kita miliki selain materi.
- Dalam hubungan sosial, Jika kita ingin dihargai maka kita harus terlebih dahulu dihargai orang.
- Sekecil apapun perbuata baik/ niat baik seseorang atau sekelompok orang, kita harus tetap hargai.
- Jika kita memiliki sebuah rencana maka lakukanlah, tanpa menunggu rencana yang lain karena jika hanya rencana maka hanyalah rencana.
Terimakasih,
Thanks for reading Himpunan Mahasiswa Lombok, Bali. Please share...!
0 Comment for "Himpunan Mahasiswa Lombok, Bali"